5 kelebihan voucher belanja untuk roketkan penjualan

Setiap pebisnis baik itu offline ataupun online tentu saja pernah dan akan mengalami pasang surut dalam usahanya. Ada kalanya bisnis yang dijalankan sedang mengalami peningkatan omset yang luar biasa, produk yang dilempar ke pasaran selalu laris manis. Layaknya roda yang berputar, ada masa dimana bisnis yang sedang digeluti justru berada pada masa paling suram. Produk yang dijual tidak diterima dengan baik oleh pasar sehingga banyak terdapat “stok opname” di gudang dan tentu saja berakibat langsung pada penurunan omset. Ditambah lagi dengan semakin ketatnya persaingan pasar dengan para kompetitor dijamin menambah pusing kepala para pelaku usaha. Kejadian seperti itu tidak ingin anda alami bukan? Lalu apa yang sebaiknya anda lakukan? Strategi macam apa yang bisa terbukti ampuh untuk tingkatkan omset?

 

 

Penggunaan voucher belanja menjadi salah satu alternatif bagi anda untuk meningkatkan omset penjualan. Sejatinya voucher belanja ini sama saja seperti diskon pada umumnya. Ada beberapa contoh diskon yang sering kita temukan di masyarakat seperti potongan harga berupa diskon persentase contohnya diskon 25% lalu diskonan dengan nilai mata uang seperti potongan harga senilai Rp. 99.000, cashback ataupun berupa gratis ongkos kirim. Perbedaannya terletak pada bentuknya. Apabila anda memiliki toko fisik, voucher belanja ini bisa saja berbentuk selayaknya kartu yang akan anda berikan kepada pembeli sedangkan jika anda seorang pemilik toko online, voucher ini berbentuk digital semisal hanya berupa kode unik atau barcode. Selain itu voucher juga tidak bisa diuangkan dan juga ada batas waktu kadaluarsanya.

 

Kemudian apa sih kelebihan voucher belanja ini untuk roketkan penjualan anda? Simak penjelasannya sebagai berikut:

 

1.     Mudah diterapkan

Strategi penggunaan voucher belanja ini sangat mudah diaplikasikan karena biasanya untuk membuatnya hanya perlu menentukan syarat khusus seperti pembelian produk eksklusif atau membeli dalam jumlah tertentu. Strategi ini menguntungkan baik anda selaku penjual maupun pembeli. Penjual akan mendapatkan peningkatkan omset sekaligus mengeluarkan sisa barang yang kurang laris dan di pihak pembeli mendapatkan potongan harga atas barang yang dia inginkan.

Sebagai contoh, jika anda pemilik bisnis offline maka anda hanya perlu mencetak voucher seukuran KTP yang bisa diserahkan saat pembeli membayar di kasir. Bila itu anda kira jadi menambah ongkos produksi karena harus mencetak voucher, saran saya adalah anda cukup print out di struk pembayaran. Lebih praktis bukan?

Lain hal jika anda seorang pebisnis online, anda bisa membuat kode-kode unik. Sebagai acuan dalam membuat kode unik jika anda bingung untuk membuatnya, anda bisa lihat di situs-situs belanja online seperti tokopedia, bukalapak, shopee, lazada, dll. Dalam event-event khusus seperti hari belanja online nasional atau disingkat harbolnas, pemilihan umum bahkan bulan Ramadhan biasanya mereka memanfaatkannya dengan menebar voucher kode unik untuk meningkatkan penjualan. Beberapa contoh voucher unik adalah #2019pilihshopee dari shoppe, BUKAAJA untuk bukalapak, bebasongkir dari tokopedia, dan banyak lainnya.

 

2.     Menarik calon pembeli baru

Yang namanya promosi tentu saja bertujuan untuk menarik pelanggan baru setiap harinya. Namun yang namanya pelanggan baru tentu saja masih berhati-hati sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli suatu produk. Dengan menyediakan voucher maka anda telah membuat calon pembeli baru lebih tertarik. Situs bukalapak berani memberikan voucher diskon 30% bagi setiap orang yang melakukan pembelian pertama melalui aplikasi bukalapak di handphone. Selain itu menurut data yang diungkap oleh vouchercloud, sebanyak 57% konsumen akhirnya memutuskan untuk melakukan transaksi dengan adanya voucher atau kupon.

 

3.     Meningkatkan repeat order

Meningkatkan repeat order menjadi suatu hal yang penting dalam bisnis yang sedang anda jalani. Penggunaan voucher memang dimaksudkan untuk hal tersebut. Bila anda pergi ke Matahari Dept. Store dan ketika kasir menunjukkan nominal belanja anda Rp. 150.000 maka saat itu juga anda berhak mendapatkan voucher belanja sebesar Rp. 50.000. Uniknya Matahari memberlakukan voucher ini hanya hari itu juga jadi ketika anda punya niat akan berhenti belanja bisa jadi berubah fikiran karena di tangan anda ada voucher senilai Rp. 50.000 yang sayang bila dilewatkan. Tidak hanya itu, voucher itu pun tidak belaku untuk semua item yang tersedia tetapi untuk item-item dengan tanda atau label warna biru. Menariknya item dengan label biru tersebut rata-rata mematok harga minimal Rp. 200.000 sehingga ketika anda sampai di kasir, anda akan kembali dapat voucher Rp. 50.000. Sudah terbayang polanya jika diterapkan di bisnis anda?

 

4.     Mempertahankan loyalitas konsumen

Konsumen yang loyal tidak datang begitu saja. Mereka berangkat dari konsumen yang mencoba produk anda kemudian puas dengan apa yang mereka dapat. Bisa dikatakan nilai yang didapatkan melebihi dari ekspektasi mereka. Sehingga di benak pelanggan sudah tertanam bahwa produk andalah yang mampu memenuhi keinginan mereka. Pemberian voucher ini menjadi media untuk mengapresiasi pelanggan yang sudah berbelanja di toko anda. Salah satu studi kasus adalah di satu tempat cuci mobil di daerah saya, mereka biasanya memberikan satu stempel ketika saya mencuci mobil di sana. Setelah mendapat 10 stempel, maka saya akan mendapatkan satu kali gratis cuci mobil. Pola seperti ini tentu sangat bisa diterapkan dalam bisnis yang anda jalankan sehingga menciptakan ikatan dengan pelanggan setia anda. Memang contoh yang saya berikan bukan berupa pemberian voucher, namun pola yang digunakan bisa anda tiru dalam penggunaan voucher.

 

5.     Membangun reputasi

Voucher bisa pula digunakan sebagai media promosi yang murah dan efektik. Di bagian awal sudah dijelaskan bahwa biasanya voucher digunakan ketika ada event-event khusus. Dengan begitu, anda bisa menciptakan opini di konsumen anda bahwa ada penghargaan atau kepedulian terhadap suatu event. Suatu hari saya pernah melihat penawaran yang begitu menarik yaitu voucher minuman gratis di suatu kedai minuman kekinian. Voucher tersebut diberikan kepada yang berulang tahun dengan syarat menunjukkan KTP. Contoh lain, ada sebuah brand hijab nasional yang selalu mengadakan kegiatan amal  setiap tahunnya melalui Badan Amil, Zakat, Infak, Shadah atauh BAZIS. Dengan sistem setiap keuntungan dari pembelian suatu produk akan disisihkan untuk kegiatan amal.

 

 Itulah 5 kelebihan voucher belanja untuk roketkan penjualan anda.

Belum ada Komentar untuk "5 kelebihan voucher belanja untuk roketkan penjualan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel